Cerita cintaku bersama Satria mungkin hanya cinta monyet. Aku yang jadi cintanya dan dia yang jadi monyetnya, haha. Tak ada kata kencan, tak ada candle light dinner, tak ada romantis, everything is so flat. Ketemu cuma di sekolah, kencannya kalo pas lagi jalan dari kelas ke kantin, dan begitulah seterusnya. Suatu ketika dia kepergok jalan bareng, kencan, atau apalah artinya itu dengan teman sekelasku "Irma namanya". Aku sih biasa aja (namanya juga baru belajar mengenal cinta), jadi belum ada kata cemburu.
Selang waktu berlalu, dia sangat sibuk dengan band nya, dan aku juga sibuk dengan urusan organisasi yang saat itu aku tekuni, kisah cintaku pun seakan terlupakan. Sempat terpikir bahwa ternyata antara cinta dan teman gak ada bedanya. Kita sibuk dengan pekerjaan masing".
Sempat dia menawariku untuk menjadi seorang vokalis di band yang dia buat bersama teman"nya. Tapi aku menolak, karena aku tidak diijinkan untuk keluar malam oleh orang tuaku. Dia pun menerima keputusanku itu.
Awal dari kandasnya hubunganku dengannya adalah ketika dia terlihat dekat dengan kakak kelasku yang terkenal pintar dan anak guruku "May namanya". May sangat mengagumi Satria ketika satria sedang menggebuk drumnya. May yang saat itu menjadi pengurus inti dalam organisasi OSIS pun bermaksud memasukkan Satria ke dalam organisasi. Tapi kakak kelas yang lain menolak dengan alasan belum adanya waktu perekrutan anggota baru. Aku mulai curiga knapa itu bisa terjadi.
Sempat aku mendengar percakapan antara May dengan Satria. Saat May bertanya tentang apa hubungan antara aku dan Satria. Dia menjawab singkat bahwa aku dan dia hanya teman. "Whattt???...gue gak salah denger?? kayaknya gue juga gak budek..."gumamku.
Tapi aku pura" tak tau tentang itu. Aku harus mampu bertahan walaupun sebenarnya sakit. Suatu ketika entah apa yang ada dipikiranku saat itu, tiba" aku berkata padanya "Aku memang bukan wanita sempurna, aku juga tak punya sesuatu yang aku banggakan. Aku tidak pintar, aku tidak cantik, aku punya banyak kekurangan. Suaraku yang sering kamu dengar adalah klise bahwa sebenarnya aku bisa menyanyi. Lomba puisi yang sering aku ikuti juga merupakan bakat kebetulan. Kedudukanku di organisasi adalah sebagai pengisi kekosongan waktu saja. Takkan pernah sama jika kamu bandingkan aku dengan wanita" cantik yang ada disekitarmu. Maaf jika aku bicara seperti itu".
Dia terdiam dan perlahan diapun angkat bicara "Tapi kamu baik" jawabnya singkat.
Hanya jawaban itu yang aku dengar dan ia pun pergi.
7 bulan pun berlalu. Kisah cinta yang aku lalui masih tetap sama (seperti pertemanan biasa). Aku tiba" bertemu dengan teman lamaku yang sekolah di sekolah yang berbeda. Kagetnya dia berkata "Ve kamu kenal yang namanya Satria ga?". "Setauku kalo seangkatan ma kita, yang namanya Satria cuma 1, dia temen sekelasku" jawabku. Lalu aku bertanya lanjut "Emang kenapa?".
"Oh enggakj apa", dia pacarnya temenku" jawabnya. "Whaaattt???? skenario apalagi ini?" gumamku.
"Emang ceweknya siapa? kok aku gak tau ya kalo dia udah punya cewek? padahal aku lumayan deket sama dia".. Aku pura" gak tau.
Lalu temenku bercerita semuanya, sampai nomor telfon si cewek itupun aku dapatkan.
Setelah usut kena usut ternyata memang benar bahwa sebulan terakhir ini dia udah pacaran sama Satria.
Suatu hari aku bertemu dengan cewek itu, tanpa sepengetahuan Satria, dan dia kaget saat dia tau kalau aku mengenal selingkuhannya itu. Dari pertemua itu, terbongkarlah semuanya, dan aku harus mengalah untuk mereka.
Saat itu kenaikan kelas. Aku dipindahkan ke kelas unggulan, jadi aku sudah tidak sekelas lagi dengan satria. Hubungan kami memburuk, karena setelah kejadian kami putus, aku sama sekali tidak pernah bicara dengannya.
Menjelang acara perpisahan kakak kelas, ada technical meeting yang melibatkan panitia acara dan pengisi acara. Aku yang pada saat itu menjadi panitia acara, ditunjuk untuk menjadi MC. Sedangkan satria mengisi acara tersebut dengan bandnya. Dengan begitu, mau gak mau aku harus bicara dan berusaha profesional, meski sebenarnya sangat sakit.
Berawal dari acara tersebut, aku berusaha membina hubungan baik dengannya. Seburuk apapun dia, dia adalah mantan kekasihku yang pernah aku cintai.
Sebulan kemudian, dia curhat sama aku kalau dia putus dengan ceweknya.
Tapi itu tidak membuatku mencintainya lagi.
Ending dehhh...!!!
*_*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar