Senin, 25 April 2011

Hanya Sebuah Cerita

Berawal dari sebuah coba" sih sebenarnya. Aku mencoba menyukai seorang anak band yang saat itu tengah duduk di kelas yang sama denganku. Sebut saja dia Satria. Dia adalah cowok paling cakep diantara cowok" lain di kelasku. woww....keren kan..!!... Tapi sayangnya dibalik enerjiknya ketika menggebuk drum dan keceriaannya, dia adalah sosok yang memiliki fisik yang lemah. Dia sering sakit dan tidak masuk sekolah. Suatu hari aku yang saat itu menjabat sebagai ketua kelas menanyakan kenapa dia tidak masuk sekolah. Alasannya selalu sama, kalo gak abiz ngband pasti sakit. hadeeeehhhh...!!!
Ketika itu, rasa yang ada dihatiku semakin kuat pada satria. Tiga bulan aku sekelas dengannya membuatku tak bisa memungkiri tentang rasa cinta ini. Untuk pertama kalinya aku mencintai seorang cowok, mungkin ini adalah awal dari cerita cintaku.
Waktu itu (aku lupa tanggal berapa), aku mengirimkan sebuah surat padanya lewat temen sebangkuku. oohh My God...I don't know what I did..!! Terlihat konyol dan sangat bodoh. tapi ya sudahlah..
Keesokan harinya aku lihat dia datang ke sekolah dg senyuman manisnya. Lalu dia menyapaku "Hay Ve.."
Hatiku berdegup dan berkata dalam hati "Astagaaaa...gila aja gue abiz nembak dia, ehh pagi" udah disenyumin, pake disapa lagi... Ni cowok sarap apa autis???"
Seharian dikelas aku tak berkata apapun padanya. Tak seperti biasanya. Sepulang sekolah tiba" dia dibelakangku dan bertanya "Tumben seharian ini kamu gak ngomel" bu ketua kelas?". Oh God dia mengagetkanku. Aku hanya tersenyum simpul. Dia pun bertanya lagi "Apa ini karna surat kemarin?". Aku hanya diam, karena aku sudah tak tau harus meletakkan mukaku dimana (maluuuu bangeeettt...!!).
Kami berjalan bersama dan tak berbincang lagi sampai di tempat parkir. Disana ia memulai pembicaraan "Hey..tunggu jangan pulang dulu" katanya. "Kenapa?" jawabku singkat.
"Kamu butuh jawabanku gak?" katanya. "oh God... Gue musti jawab apa?? Munafik banget kalo gue ga butuh jawabannya.." gumamku. Dengan malu aku menganggukan kepalaku.
Tanpa ragu dia tersenyum dan bilang "hari ini hari jadian kita.."
"Huwaaaaaaa....ini mimpi apa beneran sih? ni cowok bego apa tulalit udah nerima gue? hahahaha" kataku dalam hati. "Tapi kalo dia ga nerima gue, gue juga yg nangis?! hoho berati anggep aja gue lagi hoky kali ini" gumamku.
"Hey kok kamu diem?" dia berkata sambil menyadarkanku dari lamunan. "Kamu gak apa" kan??" lanjutnya.
"Oh eehhmmm...Aku gak apa" kok.." kataku menyangkal.
"Terima kasih ya kamu udah nerima aku jadi cewekmu..aku pulang dulu, udah di jemput tuh,,sampai jumpa besok" kataku sambil gugup.
"iya hati" ya..?" jawabnya.
Selama diperjalanan aku berpikir tak percaya dengan kejadian baru saja. Apa ini mimpi? Apa aku sedang mengkhayal?... Tapi aku senang...
Sulit dipercaya cowok kayak dia suka sama aku. Udah cakep, pinter, anak band pula. Tapi tetep aja sepinter"nya dia, malesnya gak ketulungan,,hahaha..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar