Minggu ini, Aku dan teman-teman menghadiri jalan sehat dalam rangka ulang tahun pemerintah kecamatan dimana sekolahku berada. Acara sangat ramai karena malibatkan semua instansi yang ada di kecamatan tersebut. Dari instansi pemerintahan, SMP, SMA, maupun umum ikut bergabung dalam satu tempat dan berjalan dalam satu rute. Aku, Fery, dan Noni berangkat bersama dan berjalan bersama dalam acara jalan sehat tersebut.
“Hey bareng dong..!!”, teriak seseorang di balik rerumpunan orang.
“Hey kamu kan…??”, belum sempat aku meneruskan kalimat responku.
“Loh ky.. kamu sendirian?”, Noni memotong responku.
Ternyata cowok itu adalah Ukky. Teman sekelas Fery sekaligus anggota tim volley sekolah yang baru aku kenal kemarin, saat dia menjenguk Fery yang sedang sakit.
“Kamu kemarin tanya kan, namanya siapa?” cetus Fery padaku.
“Hahh? Kapan aku tanya? Kan aku cuma bilang, kok aku gak pernah kenal dia..”, alibiku karena malu.
“Halah sama aja Ve, artinya kamu pengen kenalan sama dia,, yaa kan?”, cetus Noni yang membela sahabatnya itu.
“Hey.. aku Ukky”, katanya sambil mengulurkan tangan padaku, spontan menghentikan perdebatan antara aku, Fery, dan Noni.
“Oh iya aku udah tau.. Aku Ve..”, aku pun menerima uluran tangannya.
Perbincanganpun usai, dan kami mulai berjalan. Di tengah perjalanan, aku berjalan berdampingan dengan Ukky. Fery dan Noni sepertinya sengaja berjalan dibelakang kami, seolah-olah ingin menjodohkan kami. Tapi aku cuek dengan tingkah mereka yang selalu menyindirku dengan Ukky. Kami saling berbincang dan membicarakan banyak hal, sehingga perjalanan kami tidak terasa melelahkan.
Ternyata Ukky adalah cucu dari tetanggaku (apatis sekali sampe gue gak nyadar, cucu tetangga udah gede,, hihi). Dia anak orang paling kaya di desanya (desa sebelah desaku). Tapi yang kaya orang tuanya, sedangkan dia hanya menerima uang dari orang tuanya yang jumlahnya sangat terbatas (sama aja kayak gue). Dia sosok yang low profile dan gak neko-neko. Gaya bicaranya sangat sederhana dan tidak muluk-muluk (kan biasanya ada cowok kaya yang sok gitu).
Sejak pertemuan itu, aku merasa tertarik dengan sosoknya. Bukan karena dia orang kaya, tapi karena kesederhanaannya. Mana ada yang menyangka, cowok sederhana seperti dia, ternyata rumahnya sebagus itu. Mana ada yang menyangka kalau cowok yang gak suka banyak ngomong itu, akan menjadi ahli waris nantinya. Aku sangat salut dengan itu. Jarang sekali aku lihat cowok di sekolah yang tidak menunjukkan kekayaannya seperti dia.
Sedikit demi sedikit akupun mulai menyukainya, dan perasaanku tercium oleh Fery dan Noni. Mereka pun selalu mengejekku.
“Kenapa kalian selalu menyebar gosip tentang aku dan Ukky?”, tanyaku kesal.
“Kan kamu emang suka ma Ukky?!”, jawab Noni.
“Kamu sadar gak sih? Ukky itu satu tim sama Adi, dan Adi itu mantanku. Bisa jaga perasaan orang dikit knapa sih?”, kali ini suaraku sudah agak meninggi.
“Ve,, mantan ya mantan. Masalah kamu sekarang suka sama siapa juga itu hak kamu. Adi gak punya hak buat marah. Kan kalian udah putus. Lagian bukan salahmu juga kalo kamu sekarang suka sama cowok lain”, cetus Fery seolah-olah membela Noni.
“tapii…”, aku bingung mau jawab apa.
“Gak ada tapi-tapi. Kemaren Ukky bilang dia suka sama kamu. Adi juga tanya tentang hubunganmu sama Ukky. Aku jawan kalo kalian deket. Cukup jelas kan?”, cetus Fery.
“Sekarang tinggal kamu milih. Ukky cowok yang kamu sekarang, atau Adi mantanmu yang udah mutusin kamu tanpa sebab.”, Noni menambahkan.
Aku memang menyukai Ukky. Tapi aku juga harus menjaga perasaan Adi. Karena saat dia meninggalkan aku, dia meninggalkanku karena kesalahanku yang terlalu sibuk. Bagaimana perasaan Adi aku tak pernah tahu. Aku hanya tahu bahwa Adi sangat simpati dan selalu berusaha menjadi teman yang baik untukku.
Akhirnya aku menerima Ukky atas beberapa pertimbangan, dan lagi-lagi semua ini mengundang gosip dikalangan siswa lain di sekolah. Seolah-olah disana aku adalah seorang selebritis yang setiap dekat cowok, pasti semua orang heboh dan sibuk membicarakanku. Tapi inilah resiko. Tak ada kata gengsi, tak ada malu. Cuek adalah sikap terbaik yang seharusnya ku ambil untuk saat ini.