Selasa, 03 Mei 2011

Dan Lima Bulan Menjadi Saksinya

Dari sebuah kesalahan yang aku buat sendiri, akupun mulai mawas diri. Aku mulai merubah mind setku dari orang tak peduli dengan perasaan orang lain menjadi sedikit perhatian paa orang lain. Dari orang yang menganggap bahwa aku bisa melakukan semua hal tanpa bantuan orang lain, menjadi orang yang ingin meminta bantuan kepada orang lain. Semua karena dia.
Lima bulan itu bukan waktu yang singkat buatku memperbaiki kesalahan meski tak sepenuhnya. Aku mulai belajar untuk meminta tolong kepada pengurus OSIS yang lain untuk melakukan tugas-tugas dari guru. Sehingga kami bekerja bersama dan selesai bersama. Ternyata berbagi itu sangat indah.
Aku baru menyadari kenapa Adi meninggalkanku tanpa alasan. Ternyata dengan tahu semua ini sendiri, dan aku bisa belajar bagaimana menyadari bahwa setiap orang ingin dihargai keberadaannya. Aku sangat menyesal pernah melakukan itu.
“Hey Ve..”, terdengar suara yang tidak asing menyapaku.
“Hey kak.. tumben nongol?”, aku menjawab dengan kaget. “Selama ini kemana aja kak?”, aku pun mencoba mencairkan suasana.
“Aku sibuk sama pertandingan di timku”, jelasnya.
“Tumben kamu gak telat latihannya?”, dia pun melanjutkan pertanyaannya.
“Oh iya.. Secara kan aku sekarang gak sesibuk dulu kak. Aku pengen pensiun uiiyy.. capek jadi presiden.. hahaha”, jawabku dengan bercanda.
“Kamu lucu deh”, jawabnya singkat.
“hah?”, aku heran dan menggaruk-garuk kepalaku. (ini cowok jayus banget sih? Lucu darimana coba? Krik”).
Hubungan kami membaik pasca putus kemarin. Dia sudah mulai bercanda seperti dulu. Tak ada lagi kata “Jaga jarak”, tak ada lagi kata “diem-dieman”. Semua seperti awal kami mengenal satu sama lain. Dia mengejekku dengan ciri khas “jayus”nya, dan aku pun terpaksa tertawa karena itu. I got a new friend from this story, after I stand on many processes. Semua menjadi berwarna, dan aku baru merasakan bahwa Tuhan punya rahasia dibalik rahasia. How this problem hurted me more, how he leave me without a reason, how.. how.. and how… semua adalah masa lalu. Saat ini aku mendapat hikmah dari semua itu.
I just say to God. Thank you for that love for me. Thank you for the home work. Thank you for the problems. And thank you for the experiences.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar